Iran Peringatkan Negara-Negara Teluk Tak Bantu Serangan AS
TEHERAN, iNews.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran memperingatkan negara-negara Teluk untuk tidak mengizinkan Amerika Serikat (AS) menggunakan wilayah mereka untuk menyerang Iran.
Negara-negara Teluk juga bertanggung jawab untuk mencegah serangan AS. Disebutkan, serangan AS terhadap Iran pada Rabu (10/6/2026) merupakan pelanggaran berat terhadap Piagam PBB.
"Sekali lagi mengingatkan semua negara di kawasan, terutama negara-negara di pantai selatan Teluk Persia, mengenai tanggung jawab hukum dan moral untuk mencegah penggunaan wilayah dan fasilitas mereka oleh Angkatan Darat AS dan Israel guna merencanakan, mengatur, melakukan, atau mendukung tindakan agresif terhadap Iran," bunyi pernyataan Kemlu Iran.
Kemlu Iran menegaskan tidak akan ragu untuk menggunakan hak negaranya untuk membela diri, termasuk menyerang sumber serangan, serta pangkalan dan fasilitas logistik yang digunakan untuk melakukan dan mendukung operasi agresif terhadap Iran.
Iran juga menyinggung peran PBB, Dewan Keamanan PBB, dan Sekjen PBB untuk melindungi perdamaian, keamanan internasional, dan menuntut pertanggungjawaban para pelanggar.
Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan pasukan AS menghentikan serangan terhadap Iran sebagai tanggapan atas penembakan terhadap helikopter tempur AH-64 Apache.
Menurut Centcom, operasi tersebut menargetkan fasilitas pertahanan udara Iran, stasiun kendali darat, serta situs radar pengawasan di dekat Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump mengatakan, helikopter AH-64 Apache AS ditembak jatuh di lepas pantai Oman oleh Iran sehingga AS berhak untuk membalas.
Iran merespons serangan itu dengan menargetkan 22 pangkalan militer AS di Timur Tengah, termasuk hanggar jet tempur F-35 di Yordania.
Editor: Anton Suhartono