Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump: Kapal-Kapal Perang AS Siaga di Sekitar Iran sampai Kesepakatan Damai Tercapai
Advertisement . Scroll to see content

Iran Peringatkan Kapal-Kapal Lintasi Selat Hormuz: Banyak Ranjau!

Kamis, 09 April 2026 - 10:59:00 WIB
Iran Peringatkan Kapal-Kapal Lintasi Selat Hormuz: Banyak Ranjau!
Iran mengumumkan rute alternatif bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Iran mengumumkan rute alternatif bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz di tengah kesepakatan gencatan senjata yang rapuh dengan Amerika Serikat (AS).

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan, banyak ranjau laut yang bertebaran di jalur utama Selat Hormuz, sehingga bisa membahayakan kapal-kapal yang melintasinya. Oleh karena itu, IRGC mendesak kapal-kapal untuk mematuhi arahan sehingga bisa menggunakan rute alternatif, tidak menggunakan jalur utama.

“Seluruh kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz, dengan ini diberitahu untuk mematuhi prinsip-prinsip keselamatan maritim dan agar terlindungi dari kemungkinan hantaman ranjau laut, mereka harus mengambil rute alternatif untuk lalu lintas di Selat Hormuz,” bunyi pernyataan IRGC, di media lokal.

Pernyataan tersebut membagikan instruksi untuk rute masuk dan keluar alternatif melalui selat tersebut.

AS dan Iran menyepakati gencatan senjata selama 2 minggu pada Selasa (7/4/2026) malam, kurang dari 1 jam sebelum habisnya batas waktu yang diberikan Presiden AS Donald Trump untuk menyerang pembangkit listrik dan jembatan negara itu.

Trump mengancam akan melenyapkan peradaban Iran sampai tak bisa dipulihkan lagi jika menolak untuk mencapai kesepakatan dan tak mau membuka Selat Hormuz.

Iran membatasi akses Selat Hormuz sejak awal Maret 2026, memicu lonjakan harga energi global.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut