Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral, Polisi Australia Seret Muslim Salat saat Demo Tolak Kunjungan Presiden Israel
Advertisement . Scroll to see content

Iran Klaim Rudalnya Hantam Markas Mata-Mata Israel di Erbil Irak, 4 Orang Tewas

Selasa, 16 Januari 2024 - 08:30:00 WIB
Iran Klaim Rudalnya Hantam Markas Mata-Mata Israel di Erbil Irak, 4 Orang Tewas
Rudal Iran dalam posisi siap menyerang (ilustrasi). (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

BAGHDAD, iNews.id – Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang markas mata-mata Israel di Erbil, ibu kota wilayah semi-otonom Kurdistan Irak. Hal itu diungkapkan oleh media pemerintah republik Islam itu pada Senin (15/1/2023) malam. 

“Rudal balistik digunakan untuk menghancurkan pusat spionase dan pertemuan kelompok teroris anti-Iran di wilayah tersebut malam ini,” kata IRGC dalam sebuah pernyataan, sambil merujuk pada badan intelijen Israel, Mossad.

Selain serangan di Erbil, berdekatan dengan Konsulat Jenderal Amerika Serikat, IRGC mengatakan mereka melancarkan serangan terhadap pelaku operasi teroris di Suriah, termasuk ISIS. Tidak ada fasilitas AS yang terkena dampak serangan rudal tersebut, kata dua pejabat AS kepada Reuters.

Serangan tersebut terjadi di tengah kekhawatiran mengenai eskalasi konflik yang telah menyebar di Timur Tengah sejak perang antara Israel dan kelompok pejuang Palestina Hamas dimulai pada 7 Oktober. Para sekutu Iran juga ikut terlibat dalam konflik tersebut, mulai dari Lebanon, Suriah, Irak, dan Yaman.

Iran, yang mendukung Hamas dalam perang dengan Israel, menuduh Amerika Serikat mendukung kejahatan zionis di Gaza.

Setidaknya empat warga sipil tewas dan enam luka-luka dalam serangan di Erbil, menurut Dewan Keamanan Pemerintah Kurdistan dalam sebuah pernyataan. Merekap un menggambarkan serangan itu sebagai kejahatan.

Pengusaha multijutawan Kurdi, Peshraw Dizayee, dan beberapa anggota keluarganya termasuk di antara korban tewas, tewas ketika roket menghantam rumah mereka, kata sumber keamanan dan medis Irak. Dizayee diketahui dekat dengan penguasa Kurdistan dan memiliki bisnis yang memimpin proyek real estate besar di wilayah itu.

Selain itu, dikatakan bahwa satu roket jatuh di rumah seorang pejabat senior intelijen Kurdi dan satu lagi mengenai pusat intelijen Kurdi. Lalu lintas udara di bandara Erbil dihentikan, menurut sumber keamanan setempat.

Iran sebelumnya juga pernah melakukan serangan di wilayah Kurdistan utara Irak. Teheran berdalih, wilayah tersebut digunakan sebagai markas kelompok separatis Iran serta agen musuh bebuyutannya, Israel.

Sementara pada awal bulan ini, ISIS mengaku bertanggung jawab atas dua ledakan di Kota Kerman di tenggara Iran. Ledakan itu menewaskan hampir 100 orang dan melukai banyak orang di tengah peringatan gugurnya komandan tertinggi IRGC, Qassem Soleimani.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut