Iran Disarankan Serang Haifa di Israel, Balas Pembunuhan Ahli Nuklir Mohsen Fakhrizabed
Serang Haifa akan timbulkan korban besar di Israel
Analis Iran, Sadollah Zarei, yang menulis artikel di Kayhan, berpendapat Iran perlu menyerang fasilitas pelabuhan Haifa. Operasi balas dendam harus lebih besar dari serangan rudal balistik Iran terhadap pasukan Amerika Serikat di Irak sebagai balasan tewasnya Jenderal Khasem Soleimani, orang nomor satu pasukan Garda Revolusi Iran, pada Januari lalu.
"Menyerang Haifa dan membunuh sejumlah besar orang pasti akan mengarah pada pencegahan, karena AS dan rezim Israel dan agennya sama sekali tidak siap untuk mengambil bagian dalam perang dan konfrontasi militer," tulis Zarei dikutip dari Al-Arabiya.
Haifa, kota pelabuhan di tepi Laut Mediterania, pernah menghadapi sejumlah ancaman serangan dari Iran dan salah satu proksinya, milisi Hizbullah asal Lebanon pada masa lalu.
Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, baru-baru ini menyarankan untuk menyerang gudang amonium nitrat di Haifa. Amonium nitrat merupakan bahan pembuat pupuk yang sangat mudah meledak, pada Agustus lalu ledakan gudang amonium nitrat di Pelabuhan Beirut menewaskan lebih dari 193 orang dan melukai 6.500 lainnya.
Meskipun Kayhan adalah surat kabar yang beredar dalam skala kecil di Iran, pemimpin redaksi media tersebut, Hossein Shariatmadari ditunjuk oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dan sering terlihat sebagai penasihatnya di masa lalu.
Editor: Arif Budiwinarto