Iran Dilaporkan Beri 2 Syarat kepada AS untuk Akhiri Perang, tapi Ditolak
Langkah diplomasi ini juga menjadi alasan di balik penundaan ancaman serangan AS terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran. Sebelumnya, Washington memberi tenggat waktu 48 jam kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz sepenuhnya atau menghadapi konsekuensi militer.
Di tengah konflik yang memanas, komunikasi antara kedua negara ternyata tetap terjalin. Menurut laporan sumber pejabat Israel, seperti dilaporkan portal berita Axios, pembicaraan tidak langsung masih berlangsung dan bahkan berpotensi berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Sejumlah negara disebut turut berperan sebagai mediator dalam konflik ini. Pakistan dilaporkan akan menjadi lokasi lanjutan negosiasi, sementara Mesir dan Turki berperan sebagai perantara komunikasi antara kedua pihak.
Delegasi AS kemungkinan akan diwakili Wakil Presiden JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, serta penasihat Trump, Jared Kushner. Sementara dari pihak Iran, pembicaraan akan dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.
Trump juga mengklaim bahwa pihak Iran lebih dulu menghubungi AS untuk membuka jalur komunikasi. Namun, dia menegaskan bahwa pihaknya tidak bernegosiasi dengan pemimpin tertinggi Iran, melainkan dengan sosok lain yang disebutnya sangat dihormati di negara tersebut.
Editor: Anton Suhartono