Iran Desak Negara-Negara Arab Usir Pasukan AS dari Pangkalan Timur Tengah
TEHERAN, iNews.id - Pemerintah Iran mendesak negara-negara Arab mengusir pasukan Amerika Serikat (AS) dari pangkalan-pangkalan di Timur Tengah demi menghindari kerusakan lebih parah. Seruan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangkaian serangan yang menghantam infrastruktur vital Iran.
Juru bicara markas besar komando militer Iran Khatam Al Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menegaskan negara-negara di kawasan harus mengambil langkah tegas dengan memaksa AS menarik pasukannya. Menurut dia, keberadaan militer AS justru memperbesar risiko kehancuran di wilayah Timur Tengah.
"Negara-negara di kawasan harus memaksa AS mengusir pasukannya agar terhindar dari dampak kerusakan lebih luas," ujar Zolfaghari, seperti dikutip dari kantor berita ISNA, Sabtu (4/4/2026).
Pernyataan itu muncul setelah Iran murka atas serangan terbaru AS yang menghancurkan jembatan terbesar Iran. Jembatan yang berlokasi di Karaj itu rencananya segera diresmikan. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 13 orang dan memicu kemarahan Teheran.
Diam-Diam AS Usir Wakil Duta Besar Iran untuk PBB, Kenapa?
AS berdalih serangan itu bertujuan memutus jalur distribusi rudal Iran, meski belum ada bukti bahwa jembatan tersebut digunakan untuk kepentingan militer.
Iran Tolak Mentah-Mentah Permintaan Gencatan Senjata AS
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengancam akan melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran. Ia bahkan menyebut akan menghancurkan fasilitas vital seperti pembangkit listrik, ladang minyak, Pulau Kharg, hingga pabrik desalinasi jika Teheran tidak memenuhi tuntutan Washington.
Menanggapi ancaman itu, Iran memperingatkan akan meningkatkan intensitas serangan balasan. Zolfaghari menegaskan angkatan bersenjata Iran siap melancarkan serangan yang lebih luas dan lebih kuat terhadap kepentingan AS serta sekutunya di kawasan.
Editor: Anton Suhartono