Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Ngotot kepada Netanyahu, Negosiasi Nuklir dengan Iran Harus Berlanjut
Advertisement . Scroll to see content

Investigasi Bocorkan Strategi Israel Putar Balikkan Fakta Kelaparan Gaza

Kamis, 18 September 2025 - 10:35:00 WIB
Investigasi Bocorkan Strategi Israel Putar Balikkan Fakta Kelaparan Gaza
Hasil investigasi Eurovision News dan Komite Pengecualian Israel mengungkap strategi masif pemerintah Zionis dalam membantah laporan kelaparan di Gaza (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

MADRID, iNews.id - Investigasi bersama Eurovision News dan Komite Pengecualian Israel mengungkap strategi masif pemerintah Israel dalam membantah laporan kelaparan di Jalur Gaza. Dengan anggaran mencapai 50 juta dolar AS atau sekitar Rp820 miliar, Tel Aviv disebut meluncurkan kampanye iklan digital di berbagai platform global, termasuk Google dan X.

Kontrak yang berlaku sejak 17 Juni hingga 31 Desember 2025 itu mengalokasikan hampir seluruh dana untuk layanan Google, khususnya YouTube dan platform manajemen kampanye Google Display & Video 360. Puluhan juta dolar lainnya diarahkan ke X milik Elon Musk, serta Outbrain dan Teads asal Prancis dan Israel.

Menurut laporan berjudul “Front Perang Baru: Di Balik Serangan Digital Hasbara Israel”, kampanye ini bertujuan membalikkan narasi internasional soal krisis pangan di Gaza. 

Israel menayangkan iklan bergambar pasar-pasar yang ramai dan restoran yang tetap buka untuk menyangkal penilaian Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC) yang disponsori PBB, yang menyebut Gaza mengalami bencana kelaparan.

Investigasi juga menemukan strategi manipulatif lainnya, yakni mengarahkan hasil pencarian Google di sejumlah negara Eropa, seperti Belgia, Jerman, Inggris, Swedia, dan Denmark, langsung ke situs resmi pemerintah Israel saat pengguna mencari informasi tentang kelaparan Gaza.

Tidak berhenti di sana, iklan-iklan berbayar juga digunakan untuk menyerang para pengkritik Israel. Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) dilabeli sebagai “kedok Hamas”, sementara Francesca Albanese, pelapor khusus PBB untuk Palestina, dituduh antisemit dalam kampanye digital di Eropa.

Data dari Pusat Transparansi Iklan Google menyebut Lapam, biro iklan pemerintah Israel, telah mensponsori lebih dari 4.000 iklan sejak awal 2025, dengan setengahnya ditujukan ke audiens internasional. Video iklan berbahasa multibahasa yang diluncurkan Agustus lalu bahkan mencapai lebih dari 30 juta tayangan di YouTube, angka yang sebagian besar diperoleh dari promosi berbayar.

Temuan ini menegaskan bahwa perang di Gaza kini meluas ke ranah digital. Israel tidak hanya mengandalkan operasi militer di lapangan, tetapi juga perang narasi global untuk menutupi tuduhan pelanggaran kemanusiaan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut