Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Geger, Elon Musk Ngaku Tak Bahagia meski Berharta Rp14.300 Triliun Lebih
Advertisement . Scroll to see content

Intelijen AS Terlibat dalam Pembebasan 4 Sandera Israel yang Tewaskan 274 Warga Palestina

Senin, 10 Juni 2024 - 14:34:00 WIB
Intelijen AS Terlibat dalam Pembebasan 4 Sandera Israel yang Tewaskan 274 Warga Palestina
Jake Sullivan membenarkan keterlibatan intelijennya dalam pembebasan 4 sandera Israel di kamp pengungsi Nuseirat, Gaza (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) Jake Sullivan membenarkan keterlibatan intelijennya dalam pembebasan empat sandera Israel di kamp pengungsi Nuseirat, Jalur Gaza Tengah. Operasi militer yang berlangsung brutal pada Sabtu lalu tersebut menewaskan lebih dari 270 warga Palestina.

Namun Sullivan menepis keterlibatan pasukan AS secara langsung dalam operasi tersebut.

“AS telah memberikan bantuan kepada Israel selama beberapa bulan dalam upayanya mengidentifikasi lokasi para sandera di Gaza serta mendukung upaya mengamankan atau pemulangan mereka,” kata Sullivan, dalam wawancara di program CNN yang tayang pada Minggu waktu setempat.

Dia menolak menjelaskan secara rinci bagaimana AS memberikan bantuan intelijen kepada Israel dengan alasan keamanan.

“Saya hanya bisa mengatakan, kami secara umum telah memberikan bantuan kepada IDF (Pasukan Pertahanan Israel) sehingga bisa memulangkan semua sandera, termasuk sandera AS yang masih ditahan,” kata Sullivan.

Meski demikian dia menilai solusi diplomatik seharusnya lebih dikedepankan ketimbang menggunakan kekuatan militer untuk membebaskan semua sandera.

Operasi yang digelar di dua lokasi tersebut harus mengorbankan lebih dari 270 nyawa warga Palestina serta melukai 700 lainnya. Militer Zionis tanpa pandang bulu membombardir kamp pengungsi yang padat penduduk itu, dari udara maupun darat.

Saksi menggambarkan situasi mengenaskan, banyak mayat bergelimpangan di jalanan dekat pasar dalam kondisi tubuh tak utuh.

Serangan Israel sejak 7 Oktober 2023 hingga 9 Juni 2024 telah membunuh lebih dari 37.000 orang, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. Selain itu hampir 84.500 lainnya terluka.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut