Intelijen AS: Rudal dan Drone Iran Masih Jadi Ancaman Menakutkan di Timur Tengah meski Terus Dibom
Dalam laporan tersebut juga disebutkan banyak rudal jelajah pertahanan pantai Iran belum mengalami degradasi signifikan. Hal ini memperkuat kemampuan Teheran dalam mengancam jalur pelayaran strategis, khususnya di kawasan Selat Hormuz.
Intelijen AS memperkirakan, sejumlah fasilitas peluncur rudal kemungkinan masih bertahan karena tersembunyi di bawah tanah atau belum sepenuhnya hancur akibat serangan udara.
Sistem pertahanan udara Iran di wilayah pesisir juga dilaporkan masih relatif utuh. Kondisi ini diduga karena infrastruktur militer pantai tidak menjadi prioritas utama dalam kampanye serangan udara AS dan sekutunya.
Rudal-rudal tersebut menjadi aset vital bagi Iran untuk menjaga daya gentar terhadap musuh, sekaligus mempertahankan kemampuan mengganggu jalur perdagangan global di kawasan.
Sementara itu, Komando Pusat AS menyatakan telah menyerang lebih dari 12.300 target di Iran sejak dimulainya operasi militer pada 28 Februari. Namun, laporan intelijen terbaru menunjukkan bahwa kekuatan militer Iran masih jauh dari kata lumpuh.
Editor: Anton Suhartono