Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS dan Iran Kembali Saling Serang, Gencatan Senjata di Ujung Tanduk
Advertisement . Scroll to see content

Ini Poin Kontroversial dari Proposal Damai Trump untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina

Minggu, 23 November 2025 - 08:01:00 WIB
Ini Poin Kontroversial dari Proposal Damai Trump untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina
28 poin rencana perdamaian yang diajukan Donald Trump untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina memicu gelombang kritik dan penolakan (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Dalam posting-an di X, Crosetto mengungkap fakta terpenting terkait rencana Trump, yakni Rusia maupun Ukraina sedang membicarakannya untuk mengakhiri perang.

Menurut Crosetto, dia sama sekali tidak tertarik terhadap rencana tersebut, namun ingin menggunakannya untuk memulai kembali dialog serta menghentikan serangan ratusan bom, rudal, dan drone.

Ancaman Trump kepada Zelensky

Selain isi proposalnya, nada Trump juga mengundang kontroversi. Dengan kesal, dia menyebut Zelensky boleh saja “terus berperang mati-matian” bila tidak menerima kesepakatan.

Pernyataan ini dianggap memberi tekanan politis yang tidak pantas kepada negara yang sedang menghadapi agresi besar-besaran.

Dukungan AS Bisa Dikurangi jika Ukraina Menolak

Trump mengisyaratkan bila Zelensky tidak merespons sebelum Kamis, sesuai deadline 5 hari, Washington bisa mengurangi bantuan bagi Kiev.

Isyarat ini memicu kekhawatiran internasional karena dukungan AS merupakan salah satu pilar utama pertahanan Ukraina.

Para pemimpin sembilan negara Eropa, serta Jepang, Kanada, dan pejabat tinggi Uni Eropa, mengungkapkan keprihatinan mendalam. Mereka menilai beberapa poin rencana Trump tidak hanya merugikan Ukraina, tetapi juga mengubah keseimbangan keamanan Eropa secara drastis.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut