Ini Pesawat Penumpang Terbesar yang Mendarat di Landasan Pacu Es Biru Antarktika
Dalam siaran persnya, Norse Atlantic Airways mengatakan bahwa misi pesawat Dreamliner tersebut adalah untuk membawa peralatan penelitian dan para ilmuwan penting ke stasiun penelitian Troll yang terpencil di Queen Maud Land, Antarktika.
Secara keseluruhan, ada 45 penumpang, termasuk ilmuwan dari NPI, dalam penerbangan tersebut. Sementara disebutkan bahwa pesawat itu juga mengangkut 12 ton peralatan penelitian yang penting untuk eksplorasi Antarktika.
CEO Norse Atlantic Airways, Bjorn Tore Larsen, mengungkapkan rasa bangganya dan menyebut capaian bersejarah tersebut menjadi sebuah kehormatan yang sangat besar bagi pihaknya.
“Merupakan suatu kehormatan dan kegembiraan besar atas nama seluruh tim Norse bahwa kami telah mencapai momen penting bersama dengan pendaratan 787 Dreamliner pertama. Dalam semangat eksplorasi, kami bangga dapat ikut serta dalam misi penting dan unik ini,” kata dia.
“Ini adalah bukti nyata bagi pilot dan awak kami yang sangat terlatih dan terampil, serta pesawat Boeing kami yang canggih,” ujarnya.
Menurut catatan pers, penerbangan tersebut lepas landas dari Oslo pada Senin (13/11/2023) dan berhenti di Cape Town, Afrika Selatan, sebelum memulai perjalanan ke Antarktika yang menantang.
Menurut Norse Atlantic, Boeing 787 Dreamliner mampu melakukan penerbangan pulang pergi dari Cape Town ke Antartika tanpa perlu mengisi bahan bakar, kata Norse Atlantic. Penerbangan tersebut mendarat pada Rabu lalu di “landasan pacu es biru” yang panjangnya mencapai 3.000 meter dan lebar 60 meter.
Editor: Ahmad Islamy Jamil