Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS Siapkan Operasi Militer ke Kuba
Advertisement . Scroll to see content

Ini Isi Proposal Damai Baru AS ke Iran, Singgung Nuklir hingga Ganti Rugi Perang

Selasa, 19 Mei 2026 - 06:47:00 WIB
Ini Isi Proposal Damai Baru AS ke Iran, Singgung Nuklir hingga Ganti Rugi Perang
Amerika Serikat dilaporkan mengirim proposal damai baru kepada Iran untuk mengakhiri konflik yang memanas dalam beberapa waktu terakhir (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengirim proposal damai baru kepada Iran untuk mengakhiri konflik yang memanas dalam beberapa waktu terakhir. Proposal tersebut memuat lima poin tuntutan, mulai dari isu program nuklir hingga permintaan agar Iran mencabut tuntutan ganti rugi perang.

Media Iran melaporkan, proposal baru itu juga menyinggung soal uranium yang diperkaya serta aset Iran yang dibekukan. Teheran kemungkinan besar akan menolak usulan tersebut karena dianggap bertentangan dengan tuntutan utama Iran sebelumnya.

Surat kabar Iran, Tehran Times, mengutip sumber di Teheran, melaporkan proposal damai terbaru AS telah diterima pejabat Iran pekan lalu. Proposal itu dikirim setelah Presiden AS Donald Trump menolak mentah-mentah 14 poin proposal perdamaian versi Iran sebelumnya.

Lima poin yang diajukan Washington disebut sebagai respons baru atas proposal Iran sebelumnya. Berdasarkan laporan Tehran Times, salah satu tuntutan utama AS adalah mendesak Iran mencabut permintaan ganti rugi atau kompensasi akibat perang.

Selain itu, AS juga meminta Teheran menyerahkan sekitar 400 kilogram uranium yang telah diperkaya kepada Washington. Sebagian uranium yang diperkaya Iran tersebut diyakini terkubur di bawah fasilitas-fasilitas nuklir yang hancur akibat serangan AS pada 22 Juni 2025.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut