Ini Alasan Rusia Keluar dari Kesepakatan Senjata Nuklir INF dengan Amerika
Sistem Typhon mampu menembakkan rudal jelajah Tomahawk dengan jangkauan hingga 1.800 km, serta rudal SM-6 yang bisa menjangkau 500 km. Kedua jenis rudal ini masuk dalam kategori yang dilarang oleh kesepakatan INF, yang mencakup rudal berbasis darat dengan jangkauan 500 hingga 5.500 km.
Selain itu, Rusia juga mengkritisi uji coba Rudal Serang Presisi (PrSM) oleh militer Australia pada Juli lalu, yang memperkuat kapasitas serangan jarak menengah di kawasan Asia-Pasifik. Menurut Rusia, akumulasi tindakan ini menciptakan ancaman langsung terhadap keamanan nasional mereka.
Perjanjian INF awalnya ditandatangani pada 1987 oleh Presiden AS Ronald Reagan dan pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev, dengan tujuan menghapus seluruh rudal darat jarak menengah kedua negara.
Namun, kesepakatan itu batal pada 2019 setelah pemerintahan Presiden Donald Trump secara sepihak menarik diri, dengan tuduhan Rusia melanggar kesepakatan. Rusia membantah keras tuduhan itu, dan bahkan menuding balik AS telah lama mengembangkan rudal yang dilarang INF.
Sejak saat itu, Rusia mempertahankan moratorium sepihak sebagai bentuk tanggung jawab strategis. Namun, kini Rusia menyatakan moratorium tersebut tak lagi relevan.