Ini 2 Ganjalan yang Bikin AS dan Iran Belum Bisa Berdamai
Sementara itu para pejabat Iran menegaskan, Selat Hormuz dibuka pada Jumat bukan karena tekanan AS, melainkan bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang mencakup wilayahnya serta Lebanon. Pernyataan itu sekaligus membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyebut jalur strategis tersebut telah sepenuhnya dibuka, seolah konflik telah selesai.
Trump Berterima Kasih kepada Iran: Pembukaan Selat Hormuz Hari Penting bagi Dunia
Menurut Ghalibaf, Selat Hormuz akan terus ditutup jika gencatan senjata dengan AS berakhir serta tidak ada kemajuan dalam kesepakatan damai. Dia menekankan, keputusan terkait jalur vital energi dunia itu sepenuhnya berada di tangan Iran dan bergantung pada situasi di lapangan.
Iran, lanjut dia, menyoroti kebijakan AS yang memblokade kapal-kapal yang masuk-keluar pelabuhan mereka. Menurut Ghalibaf, langkah tersebut justru memperburuk keadaan dan menjadi hambatan serius dalam proses negosiasi.
Sebelumnya, Trump mengatakan pemblokadean terhadap pelabuhan Iran akan tetap diberlakukan hingga tercapai kesepakatan damai. Namun Iran memperingatkan, jika blokade terus berlanjut, maka Selat Hormuz tidak akan dibuka secara permanen.
Meski demikian, Iran menegaskan tetap terbuka untuk melanjutkan perundingan putaran kedua dengan AS yang dimediasi Pakistan. Bahkan, Teheran juga mempertimbangkan untuk memperpanjang gencatan senjata guna memberi ruang bagi pembahasan lebih lanjut terkait sanksi dan ganti-rugi perang. Gencatan senjata AS-Iran yang saat ini berlaku akan selesai pada Selasa mendatang.
Editor: Anton Suhartono