India dan China Tarik Pasukan dari Perbatasan Himalaya yang Disengketakan
Sementara, China membantah tudingan itu, menyebut operasi militer digelar di daerah kedaulatannya. Beijing pun menuduh tentara perbatasan India memprovokasi tentara China.
Setidaknya 20 tentara India tewas akibat aksi lempar besi dan batu di Lembah Galwan pada 20 Juni 2020. Korban jiwa juga ditemukan dari pihak China, namun jumlahnya tidak diumumkan ke publik.
Singh mengatakan, India menyampaikan ke China bahwa perdamaian dan ketenangan di perbatasan terganggu oleh aksi tentara Tiongkok. Tidak hanya itu, hubungan bilateral dua negara juga ikut rusak karenanya.
“Untuk memastikan tidak ada lagi kontak di titik-titik rawan di daerah kedaulatan India, pasukan dari dua pihak, yang sekarang masih siaga di dekat lokasi, harus segera kembali ke posisinya semula pada 2020 dan kembali ke pangkalan militer masing-masing,” kata dia.
Saat penarikan pasukan selesai dilakukan, panglima militer dari dua negara akan bertemu dalam waktu 48 jam untuk membahas penarikan tentara di daerah lain, kata Singh.
India dan China pernah berperang pada 1962. Sejak itu, keduanya belum menyepakati batas wilayah kedua negara di perbatasan sepanjang 3.500 kilometer.
Editor: Ahmad Islamy Jamil