Ibu-Ibu Tentara Israel Minta Anak Mereka Dipulangkan dari Gaza: Kami Belum Tidur 2 Tahun!
“Kita melihat anak-anak muda berusia 20 tahun benar-benar kehilangan arah, hancur, kelelahan, kembali dengan luka psikologis yang masyarakat tidak tahu bagaimana cara mengobatinya,” ujar Saidof.
“Mereka adalah bom waktu yang terus berdetak di jalanan kita, rentan terhadap kekerasan dan mudah meledak amarah,” katanya, lagi.
Data Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengungkap, 23 tentara tewas di Gaza selama sebulan terakhir. Jumlah itu termasuk lebih dari 450 tentara yang tewas sejak operasi serangan darat Israel di Gaza pada 27 Oktober 2023.
Saidof melanjutkan pertempuran darat sebagian besar telah mereda, namun banyak prajurit terbunuh oleh bahan peledak rakitan dan kesalahan operasional.
“Jadi ke mana mereka mengirim para tentara? Hanya untuk dijadikan sasaran tembak?” ujar Saidof.
Dia mengampanyekan misi yang diusung Mothers on the Front sejak beberapa bulan terakhir dengan mendatangi gedung parlemen Israel dan jalanan. Tidak lupa Saidof membawa banyak baner di antaranya bertuliskan, "Tentara mati, sementara pemerintah berdiri."
"Para ibu di tahun 2025 itu kuat. Kami tidak takut pada siapa pun, baik jenderal, rabi, maupun politisi," ujarnya menantang.
Editor: Anton Suhartono