Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menlu Iran Blak-blakan Tak Percaya dengan AS: Ada Kemungkinan Mereka Menipu!
Advertisement . Scroll to see content

Horor Jenazah Manusia Dibedah untuk Acara Sains di Hotel, Pengunjung Dipungut Rp7 Juta

Senin, 08 November 2021 - 06:30:00 WIB
Horor Jenazah Manusia Dibedah untuk Acara Sains di Hotel, Pengunjung Dipungut Rp7 Juta
Jenazah dijadikan obyek pembedahan disaksikan banyak orang di sebuah hotel Amerika Serikat. Setiap pengunjung dikenakan biaya 500 dolar AS (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id - Sesosok jenazah dipertunjukkan dan dibedah di hotel Amerika Serikat (AS) untuk kepentingan pendidikan ilmu pengetahuan. Pengunjung dikenakan biaya 500 dolar AS atau sekitar Rp7,2 juta untuk melihat anatomi tubuh jenazah termasuk proses pembedahan.

Jenazah yang menjadi obyek pembedahan adalah David Saunders asal Louisiana. Dia meninggal di usia 98 tahun pada Agustus 2021 akibat Covid-19. Istri mendiang, Elsie, menyumbangkan jenazah suami untuk dimanfaatkan dalam penelitian medis.

"Kesan saya, ini semata-mata untuk kedokteran, bukan karena jasadnya dipamerkan," kata Elsie, dikutip dari The New York Times.

Awalnya Elsie mengaku tak tahu jenazah suaminya akan dipertunjukkan di hadapan banyak orang di hotel. Dia justru mengetahui dari tayangan televisi pekan lalu dan menyebutnya sebagai sesuatu yang tak wajar, namun mencoba untuk menerimanya.

Pembedahan yang terjadi pada 17 Oktober tersebut dilaporkan stasiun televisi Seattle, King 5 News. Dalam tayangan tampak hotel di Portland, Oregon, menjadi lokasi acara pembedahan dan setiap pengunjung dikenakan biaya 500 dolar AS.

Acara ini dipublikasikan Showpass sebagai 'kelas laboratorium mayat' yang diadakan perusahaan Death Science serta organisasi Oddities & Curiosities Expo.

Juru bicara Death Science Kyle Miller mengatakan, perusahaannya menjual tiket terbuka untuk masyarakat umum.

Sementara itu sang pendiri perusahaan, Jeremy Ciliberto, menjelaskan, tujuan acara ini untuk memberikan pengalaman bagi setiap orang yang punya minat belajar lebih banyak tentang anatomi tubuh manusia.

"Kami paham peristiwa ini menyebabkan tekanan yang tidak semestinya bagi keluarga dan kami meminta maaf untuk itu," kata Ciliberto.

Sementara itu Juru Bicara Biro Kepolisian Portland Nathan Sheppard mengatakan, para penyelidik telah berkonsultasi dengan Kanwil Departemen Kehakiman Oregon serta Kantor Kejaksaan Distrik Multnomah County.

Hasilnya, tidak ada hukum pidana yang bisa menjerat penyelenggara, meskipun bisa digugat secara perdata.

Namun kepala penyelidik medikolegal Multnomah County Kimberly DiLeo mengecam acara tersebut, pasalnya bagian otak dan beberaoa organ dari jenazah diambil sebagai bagian dari acara.

"Ini benar-benar tidak bermoral dan tidak etis," ujarnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut