Hong Kong Tangkapi Puluhan Aktivis Pro-Demokrasi atas Tuduhan Akan Gulingkan Pemerintah
"Operasi hari ini menargetkan elemen-elemen aktif yang diduga terlibat kejahatan penggulingan atau campur tangan untuk merusak tugas resmi pemerintah Hong Kong," kata Lee, dikutip dari Reuters.
Para kritikus dari kalangan prodemokrasi mengecam pemberlakuakn UU keamanan nasional karena membungkam kebebasan menyampaikan pendapat sejak Hong Kong diserahkan dari Inggris ke China pada 1997.
Kondisi ini juga semakin memperburuk hubungan China dengan Amerika Serikat menjelang pelatntikan Joe Biden.
Menteri luar negeri yang ditunjuk Biden, Antony Blinken, mengatakan dalam cuitan, penangkapan tersebut merupakan serangan terhadap mereka yang dengan berani membela hak-hak universal.
"Pemerintahan Biden-Harris akan mendukung rakyat Hong Kong dan menentang tindakan keras Beijing terhadap demokrasi," tuturnya.
Polisi tidak menyebut identitas aktivis yang ditangkap, namun akun media sosial milik organisasi masing-masing membocorkannya. Mereka di antaranya mantan anggota parlemen, aktivis, dan kalangan yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilu 2020, seperti James To, Lam Cheuk Ting, Benny Tai, dan Lester Shum.
Editor: Anton Suhartono