Henry Kissinger, Diplomat Top AS Era Perang Vietnam Meninggal di Usia 100 Tahun
Upaya Kissinger, pengungsi Yahudi kelahiran Jerman itu, membuahkan keterbukaan diplomatik dengan China dan perundingan penting mengenai pengendalian senjata AS-Soviet. Dia juga memainkan peran kunci dalam perluasan hubungan antara Israel dan negara-negara tetangga Arab, serta Perjanjian Damai Paris dengan Vietnam Utara.
Kekuasaan Kissinger sebagai arsitek utama kebijakan luar negeri AS memudar dengan pengunduran diri Nixon pada 1974. Namun, dia terus menjadi kekuatan diplomatik yang berpengaruh di bawah Presiden Gerald Ford dan memberikan nasihat-nasihat yang kuat sepanjang sisa hidupnya.
Meski banyak yang memuji Kissinger karena kecerdasan dan pengalamannya yang luas, ada pula yang mencapnya sebagai penjahat perang atas dukungannya terhadap kediktatoran anti-komunis, khususnya di Amerika Latin. Pada tahun-tahun terakhirnya, perjalanannya dibatasi oleh upaya negara-negara lain untuk menangkap atau menanyainya tentang kebijakan luar negeri AS di masa lalu.
Hadiah Perdamaian tahun 1973 yang diberikan kepadanya bersama Le Duc Tho dari Vietnam Utara—yang menolaknya—adalah salah satu hadiah paling kontroversial yang pernah ada. Dua anggota komite Nobel mengundurkan diri karena pemilihan tersebut dan muncul pertanyaan tentang pemboman rahasia AS di Kamboja.
Editor: Ahmad Islamy Jamil