Heboh Anwar Ibrahim Angkat Putrinya Jadi Penasihat Senior PM Malaysia
“Pemimpin (koalisi) Perikatan Nasional juga tidak memiliki gelar di bidang keuangan ketika di pemerintahan. Tapi kepada kita (Pakatan Harapan), mereka mengungkit-ungkit isu seperti itu. Jadi ketika mereka mengangkat isu-isu seperti itu, harus konsisten menteri kesehatan itu harus dokter, menteri pengairan sarjana teknik, tapi itu tidak terjadi," kata Anwar.
“Nurul, S1-nya di bidang teknik, tapi S2 dari kampus ternama Amerika Serikat, John Hopkins University, bidang kebijakan publik,” ujarnya, menjelaskan.
Sementara itu Transparansi Internasional Malaysia (TI-M) menyebut penunjukan Nurul sebagai penasihat senior ekonomi dan keuangan untuk PM bisa memengaruhi posisi Malaysia dalam Indeks Persepsi Korupsi (CPI).
“Pandangan kami memberi sinyal yang salah dan jika tidak diperbaiki akan menjadi faktor yang akan muncul di CPI,” kata Presiden TI-M, Muhammad Mohan, seperti dikutip dari The Star, Selasa (31/1/2023).
Penunjukan itu, lanjut dia, bisa bermasalah karena menimbulkan isu konflik kepentingan dan nepotisme.
Dia melanjutkan, Anwar pernah menentang nepotisme. Penunjukan putrinya untuk jabatan itu akan memunculkan persepsi bahwa nepotisme telah merayap kembali ke pemerintahan.
Dia tidak mempersoalkan latar belakang Nurul dan menyarankan agar Anwar meninjau ulang keputusannya.
Editor: Anton Suhartono