Hasil Autopsi Terbaru Juliana Marins di Brasil, Waktu hingga Penyebab Kematian
Menurut O Globo, berdasarkan referensi medis-hukum dan berdasarkan ilmu biologi, hewan tersebut, dengan mempertimbangkan waktu yang dibutuhkan untuk berkembang sebesar itu, bisa diketahui waktu kematiannya.
Menurut para ahli Brasil, tidak mungkin menentukan waktu pasti kematiannya karena kondisi jenazah sudah lama. Namun, para pakar telah memastikan penyebab kematian, yakni pendarahan internal yang disebabkan luka di beberapa organ, akibat beberapa trauma. Ini sesuai dengan dampak energi kinetik, ciri khas kecelakaan di ketinggian.
Terjadi patah tulang pada rusuk, paha, dan panggul, yang menyebabkan pendarahan hebat. Pukulan lateral mengenai organ dalam, menyebabkan memar pada ginjal serta laserasi pada tubuh.
Laporan juga mengungkap memar di toraks, perforasi paru-paru oleh dua tulang rusuk, serta tanda-tanda perdarahan di dasar tengkorak.
Saksi ahli Nelson Massini, yang mewakili keluarga Juliana, menegaskan hasil autopsi tersebut tidak jauh berbeda dengan pemeriksaan di RSUD Bali.