Hasil Analisis PBB: Rudal Anti-Tank Libya Mirip Rudal Dehlavieh Buatan Iran
NEW YORK, iNews.id - PBB melaporkan hasil analisis foto-foto yang memperlihatkan empat rudal anti-tank milik Libya. Salah satu rudal tersebut memiliki karakteristik mirip dengan rudal Dehlavieh yang diproduksi Iran.
Dalam laporan dua tahunan yang diserahkan ke Dewan Keamanan (DK) PBB pada Senin (7/12/2020) malam kemarin, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres tidak dapat memastikan apakah rudal anti-tank terpandu itu telah dipindahkan ke Libya. Jika benar demikian, maka langkah itu melanggar sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap Iran.
Al-Arabiya melaporkan, Rabu (9/12/2020), Israel mengakui sebagai pihak yang mengirim foto-foto tersebut ke Sekjen PBB pada Mei lalu. Iran kemudian mengeluarkan pernyataan tegas bahwa klaim Israel sama sekali tidak berdasar.
Israel mengatakan foto-foto tersebut diambil pada November 2019. Mereka menyebut rudal anti-tank terpandu telah digunakan oleh milisi terafiliasi dengan Tentara Nasional Libya (LNA), Khalifa Haftar, yang memerangi Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional.
Iran: Pembunuhan Fakhrizadeh Gunakan Metode yang Benar-Benar Baru dan Kompleks
Negara Yahudi mencurigai rudal-rudal tersebut disuplai oleh Iran selama pemberlakukan embargo senjata.
"Berdasarkan analisis Sekretariat PBB dari foto-foto yang dikirimkan, Sekretariat PBB menyimpulkan salah satu dari empat peluru kendali anti-tank memiliki karakteristik yang konsisten dengan Dehlavieh yang diproduksi Iran. Meskipun tidak ada tanggal produksi rudal anti-tank yang diamati," kata Guterres.
Iran Disarankan Serang Haifa di Israel, Balas Pembunuhan Ahli Nuklir Mohsen Fakhrizabed
"Sekretariat PBB tidak dapat memastikan apakah peluru kendali anti-tank ini telah dipindahkan ke Libya dengan cara yang tidak sesuai dengan resolusi 2231 (2015)," lanjutnya.
Embargo senjata Iran telah berakhir pada Oktober lalu
Iran Peringatkan AS: Serangan Taktis ke Natanz Akan Picu Perang Skala Penuh
Dewan Keamanan (DK) PBB yang beranggotakan 15 negara melarang ekspor senjata oleh Iran pada tahun 2007.