Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Advertisement . Scroll to see content

Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:01:00 WIB
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Harga minyak dunia kembali turun setelah kapal tanker yang sempat tertahan selama berbulan-bulan di Teluk Persia mulai kembali melintasi Selat Hormuz. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Harga minyak dunia kembali turun setelah kapal tanker yang sempat tertahan selama berbulan-bulan di Teluk Persia mulai kembali melintasi Selat Hormuz. Pasokan minyak global diperkirakan akan membaik.

Melansir CNBC International, harga minyak mentah Amerika Serikat (AS), West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus turun 1,66 persen menjadi sekitar 69 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent melemah 1,79 persen menjadi di bawah 73 dolar AS per barel.

Level ini mendekati harga yang tercatat sebelum perang di Timur Tengah pecah pada akhir Februari lalu.

Berdasarkan data pelacak perdagangan komoditas, Kpler, lebih dari 20 kapal tanker yang mengangkut sekitar 35 juta barel minyak mentah telah melintasi Selat Hormuz sejak AS dan Iran mencapai kesepakatan untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut.

Kapal-kapal non-Iran tersebut sebelumnya tertahan di Teluk Persia selama lebih dari tiga bulan setelah Teheran secara efektif menutup jalur perairan itu pada awal konflik. Sebagian besar tanker diperkirakan tiba di berbagai tujuan di Asia pada awal Agustus.

Bank investasi, Citi menilai tekanan terburuk terhadap strategi perdagangan komoditas berbasis kurva harga (curve-carry strategies) kemungkinan telah berlalu. Strategi tersebut sempat terpukul selama perang AS-Iran karena lonjakan harga minyak jangka pendek memberikan kerugian pada posisi yang menjual kontrak jangka dekat dan membeli kontrak jangka panjang.

Citi menyebut skenario utama saat ini adalah meredanya ketegangan secara signifikan. Bank tersebut memperkirakan harga minyak Brent akan turun ke kisaran 60 hingga 65 dolar AS per barel dalam enam hingga 12 bulan ke depan seiring normalisasi arus pengiriman melalui Selat Hormuz.

Meski demikian, risiko terhadap jalur pelayaran penting tersebut masih belum sepenuhnya hilang. Pasalnya, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Kamis memperingatkan bahwa kapal-kapal hanya diperbolehkan melintas dengan aman melalui rute yang telah ditentukan oleh Teheran.

IRGC juga menegaskan kapal yang melanggar instruksi pelayaran akan menghadapi tindakan dari pihak berwenang Iran.

Peringatan tersebut menunjukkan bahwa meskipun arus pelayaran mulai kembali normal, ketidakpastian di Selat Hormuz masih menjadi faktor yang dapat memengaruhi pasar energi global.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut