Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Selat Hormuz Dibuka! Harga Minyak Dunia Anjlok, Akankah Pertamax Ikut Turun?
Advertisement . Scroll to see content

Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih

Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:59:00 WIB
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz masih jauh lebih rendah dibandingkan sebelum perang AS-Israel melawan Iran pecah. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Harga minyak mentah dunia kembali menguat seiring kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang masih belum pasti. Selain itu, belum pulihnya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz menjadi salah satu penyebab.

Melansir Al Jazeera, minyak mentah Brent, yang menjadi acuan internasional, naik 0,65 persen pada Jumat (19/6/2026) setelah sebelumnya sempat turun hingga 0,9 persen pada hari yang sama. 

Para pelaku pasar masih mencermati dampak nyata dari nota kesepahaman antara AS dan Iran terkait upaya mengakhiri konflik kedua negara serta membuka kembali Selat Hormuz.

Kontrak berjangka Brent untuk pengiriman Agustus berada di level 80,37 dolar AS per barel. Kenaikan tersebut membawa harga Brent kembali menembus ambang 80 dolar AS untuk pertama kalinya sejak Rabu lalu.

Harga minyak dunia sebelumnya sempat tertekan akibat meningkatnya jumlah kapal komersial pengangkut pasokan energi yang melintasi Selat Hormuz.

Hal ini terjadi setelah Israel melancarkan serangkaian serangan ke Lebanon yang menewaskan 16 orang dan mengancam keberlangsungan perjanjian gencatan senjata antara AS dan Iran.

Bentrokan antara pasukan Israel dan kelompok Hizbullah di wilayah selatan Israel pada Jumat juga menewaskan empat tentara Israel, menurut laporan media setempat.

Pertemuan yang sebelumnya dijadwalkan antara pejabat AS dan Iran di Swiss dilaporkan dibatalkan akibat serangan tersebut. Meski demikian, Selat Hormuz masih tampak terbuka untuk aktivitas pelayaran.

Tiga kapal tanker super pengangkut minyak berbendera Arab Saudi yang membawa sekitar 6 juta barel minyak mentah keluar dari Selat Hormuz pada Kamis. Menurut data Kpler, kapal-kapal tersebut mulai menyiarkan lokasi mereka setelah berminggu-minggu berada di Teluk dengan transponder dalam keadaan mati.

Sementara, kapal tanker minyak Tong Lin Wan berbendera Hong Kong serta kapal tanker gas alam cair (LNG) berbendera Prancis Mraikh juga tercatat melintasi jalur perairan tersebut pada hari yang sama. 

Meski sejumlah kapal telah kembali melintas, lalu lintas di Selat Hormuz masih jauh lebih rendah dibandingkan sebelum perang, ketika jalur tersebut biasanya dilalui sekitar 120 hingga 130 kapal setiap hari.

Diperkirakan lebih dari 500 kapal masih menunggu untuk keluar dari kawasan Teluk melalui selat tersebut. Dalam kondisi normal, Selat Hormuz menjadi jalur bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Walaupun Iran dan AS telah berkomitmen untuk membuka kembali jalur pelayaran itu, para operator kapal masih meragukan tingkat keamanan bagi kapal dan awak mereka setelah hampir empat bulan menghadapi ancaman dan serangan.

Menurut Organisasi Maritim Internasional (IMO), sedikitnya 46 serangan terhadap kapal telah terjadi di sekitar jalur tersebut sejak konflik dimulai pada akhir Februari, yang menyebabkan 14 pelaut tewas.

Selain itu, Selat Hormuz diyakini masih mengandung sejumlah ranjau laut milik Iran dalam jumlah yang belum diketahui. Kondisi ini membuat operasi penyisiran ranjau diperlukan dan prosesnya diperkirakan dapat memakan waktu beberapa pekan.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut