Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Walkot New York Mamdani Sebut Netanyahu Arsitek Genosida, Desak AS Tangkap
Advertisement . Scroll to see content

Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Iran

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:47:00 WIB
Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Iran
Harga minyak dunia naik lebih dari 3 persen setelah Marco Rubio menyebut Iran tidak serius berdamai dan Donald Trump kembali mengancam membombardir Iran. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Harga minyak dunia kembali melonjak setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengancam akan membombardir jembatan dan pembangkit listrik di Iran. Di saat yang sama, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio menyebut Teheran tidak menunjukkan keseriusan untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri konflik.

Pada perdagangan Kamis (23/7/2026), minyak mentah jenis Brent naik 1,57 persen ke level 95,64 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat sekitar 1,24 persen ke 87,91 dolar AS per barel.

Melansir CNBC International, sepanjang bulan ini, harga minyak mentah telah melonjak lebih dari 20 persen seiring meningkatnya eskalasi konflik antara AS dan Iran.

Dalam pertemuan para Menlu ASEAN di Filipina, Rubio menegaskan Washington masih membuka peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik.

"Amerika Serikat ingin mencapai penyelesaian diplomatik. Kami ingin mencapai kesepakatan jika hal itu memungkinkan dengan Iran," kata Rubio kepada wartawan.

Namun, menurut Rubio, Iran tidak menunjukkan itikad serius untuk mencapai kesepakatan. Dia mengatakan, Teheran telah menyepakati sejumlah komitmen dalam nota kesepahaman yang dicapai bulan lalu, tetapi melanggarnya hanya dalam waktu dua pekan.

Rubio juga memastikan militer AS akan terus menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

"Kami akan terus melindungi jalur pelayaran, dan kami berharap negara-negara lain ikut bergabung dalam upaya tersebut. Presiden memiliki banyak pilihan apabila mereka terus tidak bersikap kooperatif," tuturnya.

Sementara itu, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengumumkan embargo terhadap kapal-kapal yang mengangkut atau memuat barang di pelabuhan Arab Saudi.

Embargo tersebut berpotensi mengganggu ekspor minyak Arab Saudi yang dialihkan ke Laut Merah sebagai kompensasi atas terganggunya pasokan melalui Selat Hormuz.

Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Iran

Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Iran. Dalam unggahan di media sosial Truth Social, dia menyatakan Amerika Serikat akan menyerang jembatan maupun pembangkit listrik di Iran apabila Teheran menyerang kapal yang melintas di Selat Hormuz.

"Mulai saat ini, setiap kali Republik Islam Iran menembaki kapal di Selat Hormuz, baik menggunakan rudal, roket, drone maupun senjata lainnya, Amerika Serikat akan membombardir dan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik, termasuk yang berada di dekat atau di ibu kota Teheran," tulis Trump.

Di sisi lain, Komando Tempur Departemen Pertahanan Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut pihaknya telah melancarkan serangan ke Iran selama 11 malam berturut-turut.

Serangan tersebut menyasar pusat operasi militer Iran, kemampuan maritim, hanggar pesawat, fasilitas penyimpanan drone, serta infrastruktur logistik militer.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut