Hamas Ubah Jalan-Jalan Gaza jadi Labirin Maut, Tentara Israel yang Tewas Terus Bertambah
Sementara pada konflik 2014, hanya ada 66 tentara Israel yang mati. Pada waktu itu, Israel melancarkan serangan darat yang lebih terbatas ke Gaza selama tiga minggu namun tujuannya bukan untuk melenyapkan Hamas.
“Tidak ada yang bisa membandingkan cakupan perang ini dengan tahun 2014, ketika sebagian besar pasukan kami beroperasi tidak lebih dari satu kilometer di dalam Gaza,” kata Yaacov Amidror, pensiunan mayor jenderal dan mantan penasihat keamanan nasional Israel yang kini bekerja di Institut Yahudi untuk Urusan Keamanan Nasional Amerika (JINSA).
Dia mengatakan, tentara Israel masih belum menemukan solusi yang baik untuk mengatasi terowongan Hamas, sebuah jaringan yang berkembang pesat dalam dekade terakhir.
Serangan Israel di Gaza dilancarkan setelah para pejuang Hamas menggelar Operasi Banjir al-Aqsa ke Israel pada 7 Oktober. Dalam operasi tersebut, sebanyak 1.200 orang Israel tewas. Hamas juga menawan lebih dari 200 orang dan beberapa dari mereka kini telah dibebaskan.
Sejak perang dimulai, hampir 19.000 warga sipil telah terbunuh di Gaza. Hal itu memicu tuntutan internasional untuk melakukan gencatan senjata dan bahkan seruan dari sekutu setia Israel, Amerika Serikat, untuk melakukan perubahan strategi dan serangan yang lebih tepat.