Hamas Sebut Tony Blair Seharusnya Diseret ke Pengadilan Internasional, Bukan Pimpin Gaza
Urusan Palestina Harus Ditentukan Rakyat Sendiri
Hamas menegaskan bahwa masa depan Gaza maupun Tepi Barat adalah urusan dalam negeri Palestina yang harus diputuskan melalui konsensus nasional, bukan diserahkan kepada figur asing.
“Rakyat Palestina mampu mengatur diri sendiri. Kami memiliki sumber daya, keahlian, serta hubungan dengan kawasan maupun dunia,” ujar Badran.
Sejak Desember 2023, Hamas telah memutuskan secara internal bahwa mereka tidak ingin memerintah Gaza sendirian. Keputusan itu juga telah disosialisasikan ke berbagai faksi perlawanan serta negara-negara sahabat bahkan sebelum pecahnya perang 7 Oktober 2023.
Blair Dinilai Simbol Gagalnya Diplomasi Barat
Tony Blair sebelumnya memang beberapa kali terlibat dalam proses perdamaian Timur Tengah, termasuk saat menjabat sebagai utusan Kuartet Timur Tengah (PBB, Uni Eropa, AS, dan Rusia). Namun bagi Hamas, rekam jejak Blair di Irak dan sikap politiknya selama ini membuatnya tidak punya legitimasi di mata rakyat Palestina.
Dengan penolakan tegas ini, Hamas menutup pintu bagi wacana penempatan Blair sebagai figur transisi, sembari mengirim pesan bahwa hanya rakyat Palestina sendiri yang berhak menentukan arah masa depan Gaza.
Editor: Anton Suhartono