Hamas Rilis Laporan Lengkap Latar Belakang Operasi Badai Al Aqsa, Ungkap Kebohongan Israel
Meski demikian, Hamas menegaskan, warga sipil Israel yang ditawan sejak operasi pada 7 Okober mendapat perlakuan yang sesuai.
“Seperti disaksikan oleh banyak orang, Gerakan Hamas memperlakukan semua warga sipil yang ditahan di Gaza secara positif dan baik dan sejak awal agresi berusaha untuk membebaskan mereka, dan itulah yang terjadi selama gencatan senjata kemanusiaan selama seminggu, di mana warga sipil tersebut dibebaskan dengan imbalan pembebasan perempuan dan anak-anak Palestina dari penjara Israel,” bunyi laporan, seperti dikutip dari Anadolu, Senin (22/1/2024).
Menjawab tuduhan soal serangan terhadap warga sipil Israel, laporan tersebut menjelaskan, para pejuang sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melibatkan warga sipil, terutama perempuan, anak-anak, dan orang tua. Itu adalah kewajiban moral dan agama bagi anggota Hamas.
Penjelasan ini membantah narasi-narasi yang muncul di Israel bahwa serangan Badai Al Aqsa dilakukan bertujuan untuk mengincar warga sipil.
Narasi itu dibuat sepihak oleh Israel, tanpa menyertakan sumber yang independen, untuk mengalihkan perhatian dunia mengenai tujuan awal operasi Badai Al Aqsa.