Hamas Makin Populer, Mayoritas Warga Palestina Dukung Perang Melawan Israel
“Rakyat Palestina percaya bahwa diplomasi dan negosiasi bukanlah pilihan yang tersedia bagi mereka, bahwa hanya kekerasan dan perjuangan bersenjata yang merupakan sarana untuk mengakhiri pengepungan dan blokade atas Gaza, dan secara umum mengakhiri pendudukan Israel,” kata Shikaki, menjelaskan.
Meski demikian mayoritas responden, yakni hampir 80 persen, berpandangan membunuh perempuan dan anak-anak adalah kejahatan perang. Pertanyaan itu dikaitkan dengan serangan pada 7 Oktober ke Israel.
Namun survei dilakukan saat belum banyak berita beredar bahwa kematian warga Israel dalam serangan Hamas justru disebabkan tembakan membabi buta tentara Zionis, bukan dari para pejuang.
Sementara itu dukungan terhadap Hamas di Gaza relatif stabil, sebelum maupun setelah perang. Dukungan terhadap perjuangan bersenjata meningkat dari 50 persen pada September 2022 menjadi 56 persen pada Desember 2023.
Namun peningkatan drastis terjadi di Tepi Barat, yakni dari 35 persen pada September 2022 menjadi 54 persen pada September 2023 (sebulan sebelum perang pada 7 Oktober). Bahkan setelah perang, yakni Desember 2023, dukungan untuk Hamas meroket lagi menjadi 68 persen.