MINSK, iNews.id – Belarusia telah mencapai kesepakatan dengan kelompok tentara bayaran Grup Wagner untuk melatih pasukan militer negara tetangga Rusia itu dalam waktu dekat. Kesepakatan tersebut dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Belarusia, Jumat (14/7/2023).
“Kementerian Pertahanan dan manajemen perusahaan (Wagner) telah mengembangkan peta jalan dalam waktu dekat untuk pelatihan dan transfer pengalaman antara unit-unit dari berbagai cabang angkatan bersenjata,” bunyi pernyataan yang diterbitkan oleh Kemhan Belarusia, seperti dikutip Reuters, akhir pekan ini.
Ini Respons Netanyahu usai Menteri Israel Perlakukan Hina Para Aktivis Global Sumud Flotilla
Pernyataan itu tidak memberikan perincian lebih lanjut terkait dengan kesepakatan antara Minsk dan Grup Wagner. Akan tetapi, Kemhan Belarusia menyatakan akan terus memberikan informasi kepada publik mengenai berbagai kegiatannya yang akan datang.
Grup Wagner melancarkan pemberontakan di Rusia bulan lalu. Namun, aksi tersebut dengan cepat berakhir tatkala bos kelompok tentara bayaran Rusia itu, Yevgeny Prigozhin, membatalkan pawai pasukan Wagner menuju Ibu Kota Moskow.
Dikritik Kremlin, Turki Sebut Sudah Jelaskan ke Rusia soal Pemulangan Komandan Neo-Nazi Ukraina
Pembatalan itu dilakukan Prigozhin setelah dia menyetujui kesepakatan untuk mengasingkan diri ke Belarusia tanpa tindakan hukum apa pun yang diambil terhadapnya di Rusia. Kesepakatan itu dicapai berkat mediasi oleh Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko.
Belarusia dikenal sebagai sekutu setia Rusia. Negara itu pernah membantu Moskow pada awal agresi militer ke Ukraina, Februari 2022. Pada waktu itu, pasukan Rusia awalnya menyerang perbatasan Ukraina dengan dukungan Minsk.
Putin: Rusia Bakal Keluar dari Kesepakatan Gandum Laut Hitam, kecuali....
Hubungan persahabatan yang begitu dekat antara Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan Lukashenko, juga sudah menjadi rahasia umum.
Editor: Ahmad Islamy Jamil