Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kapal Global Sumud Flotilla Kembali Berlayar ke Gaza Tembus Blokade Israel, Bawa 1.000 Aktivis
Advertisement . Scroll to see content

Global Sumud Flotilla 2.0 Bergerak, Solidaritas Dunia untuk Gaza Menguat!

Senin, 27 April 2026 - 14:56:00 WIB
Global Sumud Flotilla 2.0 Bergerak, Solidaritas Dunia untuk Gaza Menguat!
Kapal bantuan Gaza. (Foto: GPCI (Global Peace Convoy Indonesia)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id — Upaya internasional untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina, kembali menguat melalui misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Inisiatif lintas negara ini menjadi salah satu jalur distribusi bantuan di tengah situasi blokade yang masih membatasi akses masuk ke wilayah tersebut.

Misi GSF 2.0 melibatkan kolaborasi berbagai organisasi sipil dari sejumlah negara, termasuk partisipasi lembaga kemanusiaan asal Indonesia. Bantuan yang dikirim mencakup kebutuhan medis, bahan pangan, hingga perlengkapan darurat yang dibutuhkan warga Gaza.

Executive Director DT Peduli, Jajang Nurjaman, mengatakan bahwa akses bantuan ke Gaza hingga kini masih menghadapi tantangan besar. Menurutnya, kolaborasi global menjadi kunci agar distribusi bantuan tetap berjalan.

"Kondisi di Gaza masih berada dalam situasi blokade yang panjang. Melalui gerakan global seperti ini, kami ingin mengambil bagian dalam upaya kemanusiaan, baik melalui jalur laut maupun darat," ujar Jajang dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).

Dalam pelaksanaannya, GSF 2.0 tidak hanya mengandalkan armada laut, tetapi juga memanfaatkan jalur darat sebagai alternatif distribusi. Pendekatan ini dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kendala di lapangan, termasuk pembatasan akses yang kerap terjadi.

Selain pengiriman logistik, misi ini juga melibatkan relawan internasional dengan berbagai latar belakang. Dari Indonesia, relawan yang diberangkatkan terdiri dari tenaga medis, tim media, hingga personel yang bertugas dalam koordinasi lapangan.

Ketua Yayasan DT Peduli, Bascharul Asana, menegaskan, keterlibatan dalam misi kemanusiaan membawa tanggung jawab besar, tidak hanya secara teknis tetapi juga moral.

"Ini bukan sekadar perjalanan, tetapi amanah. Kami berpesan agar para relawan senantiasa menjaga niat serta membawa nama baik Indonesia dalam setiap peran yang dijalankan," ungkapnya.

Di tengah derasnya arus informasi global, keberlanjutan perhatian terhadap isu kemanusiaan di Gaza juga menjadi perhatian. Director of Impact and Civilization DT Peduli, Fahrizal Amir, menilai setiap bentuk dukungan memiliki arti dalam gerakan kolektif.

"Palestina adalah amanah bagi kita semua. Sekecil apa pun ikhtiar yang dilakukan, baik itu berbagi informasi, berdonasi, atau terlibat langsung, tetap memiliki makna," jelas Fahrizal.

Ia menambahkan, keterlibatan publik tidak selalu harus berada di garis depan. Menurutnya, dukungan yang datang dari berbagai pihak justru menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan solidaritas global.

Salah satu relawan, Muhammad Ihsan, menggambarkan keterlibatannya dalam misi ini sebagai pengalaman yang sarat makna. Ia menilai distribusi bantuan bukan hanya soal logistik, tetapi juga tentang menyampaikan harapan.

"Setiap langkah ini bukan hanya tentang mengirimkan bantuan, tetapi juga tentang menjaga harapan dan memastikan bahwa solidaritas itu benar-benar sampai," tuturnya.

Sejauh ini, misi Global Sumud Flotilla 2.0 masih berlangsung dengan melibatkan berbagai negara dan organisasi kemanusiaan. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga Gaza, sekaligus menjaga perhatian dunia terhadap krisis kemanusiaan yang masih berlangsung.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut