Genghis Khan, Kaisar Bengis Mongol Penakluk Asia dan Eropa
Meskipun terkenal sebagai sosok yang berkarisma dan mengayomi rakyat, Genghis juga terkenal dengan karakternya yang keras. Selama invasi, pasukan Genghis membantai banyak musuh. Invasi Mongol merupakan salah satu kekejaman yang paling menghancurkan dalam sejarah dunia. Pada periode 1211 dan 1223, sebanyak 18,4 juta orang di China dan sekitarnya menjadi korban.
Mereka juga dikenal memiliki taktik perang yang brutal dan bengis, memanfaatkan keburukan fisik dan bau busuk dari tubuh mereka karena tidak pernah mencuci pakaian dan mandi.
Namun, dalam melaksanakan invasinya, mereka tidak pernah menghancurkan biara, masjid, dan gereja karena memegang toleransi.
Mongolia berkembang pesat saat dipimpin Genghis Khan. Kaisar ini berhasil menyatukan suku-suku nomaden di dataran tinggi Mongolia. Selain itu, sebagian besar wilayah di Asia Tengah dan China berhasil ditaklukannya.
Pada saat Genghis Khan mundur kembali ke Mongolia, dia sempat memerintahkan dua jenderal terbaik Mongol, Jebe dan Subotai Baatur, menyelidiki daerah barat dan membasmi sisa musuh sampai ke wilayah Rusia. Jebe dan Subotai pun menginjak daratan Eropa dan mengalami konfrontasi bahkan menghancurkan pasukan Salib yang hendak menyerang wilayah Arab.