Gencatan Senjata Ketiga Gagal, Pertempuran Terbaru di Nagorno-Karabakh Tewaskan 21 Orang
Mereka sempat melaporkan insiden yang menewaskan dua orang anggota Bulan Sabit Merah Azerbaijan serta melukai dua orang lainnya yang saat ditemukan berada di antara puing-puing.
"Ini menjadi penanda bahwa konflik Nagorno-Karabakh berisiko sulit terkendali," kata Martin Schuepp, Direktur Regional Palang Merah Internasional.
"Banyak nyawa warga sipil yang melayang," ujarnya.
Konflik Nagorno-Karabakh telah tewaskan lebih dari 30.000 orang
Perang antara separatis Armenia dan militer Azerbaijan di wilayah konflik Nagorno-Karabakh telah berlangsung selama 30 tahun. Pertempuran terbaru yang meletus sejak akhir September meluas menjadi arena perang aliansi Turki dan Rusia.
Separtis Armenia yang memegang kendali pemerintahan di Nagorno-Karabakh mendapat dukungan dari Rusia, sedangkan Turki secara terang-terangan mendukung Azerbaijan dalam konflik tersebut.
Perang dua negara pecahan Uni Soviet sejauh ini telah menewaskan lebih dari 30.000 orang baik sipil maupun militer.
Nagorno-Karabakh menjadi sengketa karena secara internasional diakui sebagai wilayah Azerbaijan, namun mayoritas warganya serta pemerintahannya dikuasai separatis Armenia.
Editor: Arif Budiwinarto