Gencatan Senjata Israel-Gaza Dimulai, Warga Justru Cemas Perang Bakal Meletus
YERUSALEM, iNews.id - Militer Israel menyatakan semakin banyak roket yang ditembakkan dari Gaza ke Israel bagian selatan, beberapa jam setelah gencatan senjata dengan milisi Palestina berlaku.
Gencatan senjata antara Israel dan milisi di Gaza diterapkan setelah terjadi pertempuran sengit selama dua hari, yang terjadi sesudah Israel membunuh komandan Jihad Islam Palestina (PIJ) Baha Abu Al Ata.
Juru bicara PIJ, Musab Al Braim, memastikan kesepakatan gencatan senjata.
"Kami mengonfirmasi bahwa kami mencapai gencatan senjata, di bawah arahan Mesir. Kesepakatan mulai berlaku pada jam 05.30 waktu setempat, sementara pihak pendudukan (Israel) dipaksa untuk menyepakati persyaratan yang diajukan pihak perlawanan Palestina. Persetujuan dibuat Jihad Islam yang mewakili Palestina," katanya, seperti dilaporkan BBC, Jumat (15/11/2019).
26 Warga Gaza Terbunuh, Roket Terus Ditembakkan ke Israel
"Persyaratannya adalah menghentikan operasi pembunuhan, melindungi pengunjuk rasa yang melakukan demonstrasi di perbatasan terkait dengan hak untuk kembali, dan dimulainya penerapan berbagai langkah untuk menghentikan pengepungan," tutur Al Braim.
Gencatan senjata menuai respons beragam di kalangan penduduk Gaza.
Eskalasi Membara, Hampir 200 Roket Ditembakkan dari Gaza ke Israel
"Selama beberapa hari terakhir, kehidupan kami bagaikan horor, warga ketakutan dan menduga akan pecah perang. Alhamdulillah, sekarang situasi tenang berkat usaha yang dilakukan," kata seorang pria di Gaza.
Namun seorang warga lainnya berpendapat gencatan senjata memberikan sinyal yang salah.
Dihujani Roket, Israel dalam Kondisi Siaga Tempur
"Kami tidak menghendaki ketenangan. Kami adalah rakyat yang dikepung dan tinggal di tengah kehancuran. Israel melumpuhkan segala pergerakan dan kami tidak ingin menembakkan roket ke Tel Aviv atau Yerusalem. Kami ingin pergerakan mereka juga dilumpuhkan seperti kami," kata Emad Tawel.
Sebelum gencatan senjata ini, satu keluarga beranggotakan delapan orang tewas akibat serangan udara Israel terhadap Gaza, menurut pihak Palestina.
Militer Israel Serang Rumah Komandan Jihad Islam di Gaza, 2 Orang Tewas
Israel menyatakan lebih dari 20 warga Palestina yang menjadi korban adalah milisi.
Puluhan warga Palestina dan Israel lainnya terluka, menurut sejumlah sumber kesehatan dari kedua pihak.
Lebih dari 400 roket ditembakkan ke arah Israel oleh kelompok milisi Jihad Islam Palestina, menurut militer Israel, saat Israel melancarkan serangkaian serangan udara terhadap apa yang mereka sebut sebagai sasaran PIJ.
Konflik terjadi setelah Israel membunuh komandan tertinggi PIJ, Baha Abu Al Ata dalam serangan sebelum pada Selasa (12/11/2019) dini hari. Israel menyatakan Al Ata bertanggung jawab atas penembakkan sejumlah roket dari Gaza dan merencanakan serangan lanjutan.
Peristiwa yang paling mematikan dalam konflik dua hari ini terjadi pada Rabu (13/11/2019) malam, ketika serangan udara terhadap rumah di Deir Al Balah, Gaza, menewaskan keluarga beranggotakan delapan orang.
Kementerian Kesehatan Gaza, yang dijalankan kelompok milisi wilayah itu, Hamas, menyatakan seluruh korban meninggal adalah warga sipil, termasuk seorang perempuan dan anak-anak.
Menurut militer Israel, serangan itu menewaskan seorang komandan PIJ, Rasmi Abu Malhous, yang mereka sebut memimpin unit roket milisi tersebut.
Setelah gencatan senjata dimulai, utusan perdamaian Timur Tengah PBB, Nickolay Mladenov mengatakan baik PBB maupun Mesir bekerja keras mencegah peningkatan aksi kekerasan berbahaya di dan sekitar Gaza menjadi peperangan.
"Kami mendesak kedua belah pihak menunjukkan usaha menahan diri sebesar-besarnya dan turut berusaha mencegah jatuhnya korban," kata Mladenov.
Editor: Nathania Riris Michico