Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Terkini M5,0 Guncang Kaur Bengkulu, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Advertisement . Scroll to see content

Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:31:00 WIB
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Warga Filipina terkejut dengan perubahan kondisi pantai pasca-gempa dahsyat M7,8 yang mengguncang pada 8 Juni lalu (Foto: Manila Times)
Advertisement . Scroll to see content

MANILA, iNews.id - Warga Filipina terkejut dengan perubahan kondisi pantai pasca-gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,8 yang mengguncang Mindanao pada 8 Juni lalu. Gempa membuat dasar laut terangkat 2 meter, mengubah terumbu karang menjadi daratan luas.

Arsenio Butil Jr terkejut melihat garis pantai yang dulunya familiar berubah secara nyata, hamparan karang yang sebelumnya terendam tiba-tiba muncul di atas permukaan air.

Gempa yang dipicu pergeseran Palung Cotabato itu juga meruntuhkan bangunan, memicu tanah longsor, hingga menewaskan sedikitnya 76 orang.

Gaya tektonik juga mendorong sebagian garis pantai pulau itu ke atas dalam fenomena yang dikenal sebagai "pengangkatan pantai".

Perahu-perahu nelayan yang sebelum gempa berada di bibir pantai, kini berada di dinding karang bergerigi yang sudah mati, membentang sejauh beberapa kilometer ke kedua arah.

Butil, seorang nelayan yang tinggal di Glan, Provinsi Sarangani, mengatakan gempa pada 8 Juni itu merupakan guncangan terkuat yang pernah dia rasakan.

“Yang saya lihat di garis pantai adalah air surut. Setelah beberapa saat, saya melihatnya perlahan kembali, dan kemudian surut lagi, mungkin tiga atau empat kali,” kata Butil, seraya menambahkan banyak ikan mati dan mengapung.

Palung Cotabato, terletak 50 km dari Mindanao, meruakan zona aktivitas seismik. Di lokasi itu terjadi belasan rib gempa kecil yang terhitung sejak Januari 2026. Bahkan sejak gempa 8 Juni saja, lebih dari 8.500 gempa susulan telah mengguncang wilayah tersebut.

Laporan dari badan pengurangan risiko bencana PBB yang dirilis pada pertengahan Mei lalu mengisyaratkan, gempa-gempa tersebut bisa menjadi pertanda guncangan besar.

“Yang mereka lihat sekarang adalah garis pantai baru,” kata Nane Danlag, petugas pusat seismologi Filipina Phivolc, menjelaskan perubahan pada garis pantai tersebut bersifat permanen.

“Dasar laut naik 2 meter,” kata Danlag, memperluas garis pantai hingga 200 meter di beberapa daerah berdasarkan pemeriksaan awal, kepada AFP, dikutip Sabtu (20/6/2026).

Dia menambahkan, daerah yang terdampak membentang di antara dua kota yang jaraknya hampir 100 km.

Meski perubahan garis pantai mengejutkan, lanjut Danlag, pergeseran kerak bumi yang menciptakannya merupakan pergerakan alami.

“Ini telah terjadi selama ribuan tahun,” tuturnya.

Edzel Baylon, seorang karyawan di resor Isla Jardin del Mar, menyesalkan perubahan lansekap pantai yang menimbulkan masalah bagi destinasi yang menawarkan pantai berpasir putih.

“Ini berdampak besar pada resor karena daya tarik utama bagi pelanggan adalah laut,” katanya, menunjuk ke pantai indah kini terpisah oleh karang yang terbuka. 

“Sayangnya, hari ini, laut kita menjadi dangkal. Tidak lagi cocok untuk berenang,” tuturnya lagi.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut