Gelar Konferensi Bahas Nuklir Korut, Vatikan Tepis Ingin Tengahi Konflik Korut-AS
VATICAN CITY, iNews.id - Vatikan ingin mengambil peran dalam mewujudkan perdamaian di Semenanjung Korea. Negara itu pun akan menggelar konferensi internasional membahas konflik Korea Utara termasuk program nuklirnya.
Dilaporkan AP, Senin (30/10/2017), konferensi yang dihelat pada 10-11 November ini akan dihadiri 11 pemenang hadiah Nobel perdamaian, pejabat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pejabat Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO), serta duta besar negara-negara yang terkait dengan konflik Korut.
Namun belum dapat dipastikan apakah perwakilan dari pemerintahan Korut dan China akan hadir di pertemuan tersebut, meski keduanya memiliki hubungan diplomatik dengan Vatikan.
Sementara itu juru bicara Vatikan Greg Burke menepis bahwa konferensi ini diadakan sebagai upaya Paus Fransiskus untuk menengahi ketegangan antara Korut dan Amerika Serikat (AS).
Menurut Burke, konferensi yang pertama kali digagas oleh harian La Repubblica ini hanya sebatas upaya dari Vatikan untuk mempromosikan dunia tanpa senjata nuklir. Paus Fransiskus beberapa kali meminta kepada Washington dan Pyongyang untuk menghindari perang dan berupaya mengedepankan mediasi.
Ketegangan kedua negara memang sedang meningkat menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump dan Menteri Pertahanan James Mattis. AS tidak segan-segan mengambil tindakan tegas jika Korut kembali melakukan uji coba senjata nuklir, bahkan sampai menyerang negara tetangga dan AS.
Pada Sabtu pekan lalu Mattis mengatakan bahwa Korut semakin meningkatkan ancaman yang bisa membahayakan negara tetangga dan dunia terkait program misil dan persenjataan nuklir yang ilegal. Menurut dia, rezim Kim Jong Um secara ilegal telah melakukan program misil dan senjata nuklir. Ia berjanji akan membalas serangan Korut.
Bahkan Korut sudah menyiapkan langkah-langkah untuk menyelamatkan warganya, termasuk melakukan latihan evakuasi besar-besaran. Otoritas Korut sudah beberapa kali menggelar latihan besar-besaran, seperti pemadaman listrik dan evakuasi warga.
Latihan dengan skala besar tersebut cukup mengejutkan, bahkan ada yang mengatakan bahwa Korut sangat jarang menggelar latihan antisipasi perang semasif ini.
Editor: Anton Suhartono