Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump: AS Akan Serang Iran Lagi Malam Ini
Advertisement . Scroll to see content

Gawat! Trump Sebut MoU Perjanjian Damai dengan Iran Telah Berakhir

Rabu, 08 Juli 2026 - 16:04:00 WIB
Gawat! Trump Sebut MoU Perjanjian Damai dengan Iran Telah Berakhir
Donald Trump menyebut MoU Islamabad, perjanjian damai mengakhiri perang melawan Iran tak berlaku lagi (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

ANKARA, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang mengakhiri perang melawan Iran telah berakhir alias tak berlaku lagi. Pernyataan itu disampaikan Trump setelah AS dan Iran terlibat saling serang kembali sejak Selasa (7/7/2026) malam.

"Ini pertanyaan sangat menarik buat saya. Saya kira sudah berakhir," kata Trump, saat ditanya oleh wartawan, apakah MoU sudah berakhir, di sela KTT NATO di Ankara Turki, Rabu (8/7/2026).

"Saya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi. Mereka sampah," ujarnya, menegaskan.

Militer AS menggempur lebih dari 80 target di wilayah Iran pada Selasa malam, dalam operasi militer terbaru yang diklaim sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz sehari sebelumnya. 

Komando Pusat AS (Centcom) mengumumkan telah merampungkan rangkaian serangan terhadap lebih dari 80 target di Iran. Washington menyebut operasi tersebut dilakukan sebagai tanggapan langsung atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Tak lama berselang, Iran melancarkan serangan balasan dengan menargetkan 85 lokasi militer AS di Bahrain dan Kuwait.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan, operasi balasan itu menggunakan rudal dan drone yang diarahkan ke Pelabuhan Salman, wilayah Armada Ke-5 AS di Bahrain, serta Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait. Iran juga mengklaim berhasil menembak jatuh sebuah drone pengintai MQ-9 milik AS yang disebut berupaya mengganggu jalannya operasi.

"Sebagai tanggapan langsung atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz," demikian bunyi pernyataan Centcom.

Aksi saling serang tersebut semakin memperburuk situasi keamanan di Timur Tengah. Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan akibat operasi militer yang dilakukan kedua belah pihak.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut