Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 3 Pria India Pemerkosa Perempuan Turis Israel Dijatuhi Hukuman Mati
Advertisement . Scroll to see content

Gawat! Israel Siap Serang Iran

Kamis, 19 Februari 2026 - 06:08:00 WIB
Gawat! Israel Siap Serang Iran
Israel bersiap menyerang Iran kembali jika mendapat lampu hijau dari Amerika Serikat (Foto: CNBCTV)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id - Israel bersiap menyerang Iran kembali jika mendapat lampu hijau dari Amerika Serikat (AS). Kali ini yang menjadi target adalah program rudal balistik Iran.

Israel terlibat perang 12 hari melawan Iran pada Juni 2025, mengincar ilmuwan nuklir, hingga fasilitas militer dan sipil.

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan, hasil penilaian lembaga keamanan Israel selama 24 jam terakhir menunjukkan peningkatan kemungkinan serangan AS terhadap Iran, menyusul negosiasi nuklir putaran kedua yang berlangsung di Jenewa, Swiss, pada Selasa lalu.

Haaretz mengklaim, hasil perundingan nuklir putaran kedua berseberangan dengan apa yang disampaikan para pejabat Iran bahwa ada kemajuan signifikan untuk menuju kesepakatan.

"Berdasarkan penilaian oleh lembaga keamanan dan bertentangan dengan pernyataan publik Iran pada akhir pembicaraan Jenewa, masih ada kesenjangan signifikan yang tidak bisa dijembatani oleh AS, khususnya tuntutan agar Iran menghentikan pengayaan uranium di wilayah sendiri," bunyi laporan Haaretz, dikutip Kamis (19/2/2026).

“Mengingat negosiasi telah mencapai jalan buntu, Israel memperkirakan (Presiden Donald) Trump akan menggunakan opsi militer dalam jangka waktu yang lebih singkat daripada yang diantisipasi dalam beberapa hari terakhir."

Disebutkan pula Israel akan terlibat jika AS melancarkan serangan ke Iran.

"Kemungkinan tentara Israel mengambil peran aktif dalam memerangi Iran tidak dikesampingkan jika terjadi serangan AS," ungkap Haaretz.

Laporan tersebut juga mencatat terdapat koordinasi lebih erat antara Israel dan AS di bidang intelijen, teknologi informasi, komunikasi militer, dan pertahanan udara, dalam waktu belakangan.

Menurut informasi dii media sosial yang melacak dan menganalisis data penerbangan, AS telah mengirimkan sejumlah besar jet tempur, pesawat tanker udara, dan pesawat Sistem Peringatan dan Kontrol Udara (AWACS) selama 48 jam terakhir ke pangkalan-pangkalan mereka di Eropa dan Timur Tengah.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut