Foto Leluhurnya sebagai Budak Dieksploitasi, Wanita AS Gugat Harvard
"Hal itu dilakukan saat profesor berusaha membuktikan inferioritas biologis yang melekat pada orang kulit hitam," kata Lanier, dalam gugatan itu.
Tuduhan itu muncul di saat beberapa universitas AS mengakui bahwa dalam beberapa tahun terakhir mereka memiliki kaitan dengan perbudakan.
"Harvard tidak pernah memperhitungkan babak tidak masuk akal dalam sejarahnya, apalagi menebusnya," tuduh Lanier.
Dia juga menuduh universitas itu berupaya menghapus sejarah foto tersebut, mengeksploitasi dua perempuan demi gengsi dan keuntungan, serta mengecam penggunaan foto Renty pada sampul buku antropologi yang diterbitkan pada 2017 seharga 40 dolar AS tersebut.
Lanier menuntut Harvard antara lain untuk segera menyerahkan foto-foto itu kepadanya dan mengakui bahwa dia adalah garis keturunan dari objek di foto tersebtu.
"Dan mengakui terlibat dalam melanggengkan dan membenarkan perbudakan, serta dan membayar ganti rugi yang tidak ditentukan."
Hingga saat ini Harvard menolak mengomentari gugatan tersebut.
Editor: Nathania Riris Michico