Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Topan Dahsyat Terjang Jepang! Transportasi Lumpuh, Puluhan Ribu Rumah Tanpa Listrik
Advertisement . Scroll to see content

Filipina Perintahkan 200.000 Penduduk Mengungsi, Ada Topan Berkecepatan 205 Km Per Jam

Sabtu, 31 Oktober 2020 - 14:28:00 WIB
Filipina Perintahkan 200.000 Penduduk Mengungsi, Ada Topan Berkecepatan 205 Km Per Jam
Ilustrasi topan. (Foto: Pixabay)
Advertisement . Scroll to see content

“Gelombang badai akan segera terjadi di pantai timur kia. Kami memantau gunung berapi Mayon dan Taal untuk kemungkinan aliran lumpur vulkanik,” ujarnya.

Pihak berwenang pada hari ini meningkatkan persiapan tanggap benacana di Provinsi Bicol, di tenggara Manila. Persiapan itu antara lain mengatur kendaraan penyelamat; menyiagakan tim tanggap darurat, dan; menyiapkan barang-barang bantuan menjelang topan.

Layanan cuaca juga telah memperingatkan risiko sedang hingga tinggi gelombang badai setinggi tiga meter di sepanjang pantai timur Filipina selama dua hari ke depan.

“Mengevakuasi orang lebih sulit saat ini karena Covid-19,” kata Juru Bicara Pertahanan Sipil Regional Bicol, Alexis Naz, kepada AFP.

Dia menuturkan, satu ruangan sekolah hanya diizinkan menampung maksimal lima orang. Naz memastikan, daerah rawan bencana alam itu memiliki fasilitas yang cukup untuk menampung semua pengungsi.

Filipina dilanda rata-rata 20 badai dan topan setiap tahun. Angin superkencang itu biasanya merusak tanaman pertanian, rumah-rumah, dan infrastruktur di berbagai daerah. Akibatnya, jutaan penduduk yang terkena bencana serupa setiap tahun, terus-menerus berada dalam kemiskinan.

Topan paling mematikan yang pernah tercatat adalah Topan Super Haiyan, yang menimbulkan gelombang raksasa di pusat Kota Tacloban. Topan itu menyebabkan lebih dari 7.300 orang tewas atau hilang pada 2013.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut