Filipina ke China: Kita Berteman, Bukan Berarti Kami Akan Korbankan Kedaulatan
China mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan, yang dilewati perdagangan kapal senilai sekitar 3 triliun dolar AS (Rp43.328 triliun) setiap tahun. Padahal, putusan pengadilan arbitrase di Den Haag, Belanda, pada 2016 menyatakan bahwa klaim Beijing itu tidak sesuai dengan hukum internasional.
Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana mengatakan, kapal-kapal penjaga pantai dan perikanan Filipina akan terus berpatroli di wilayah perairan yang disengketakan. “Pemerintah (Filipina) tidak akan goyah pada posisinya,” ujarnya, dikutip Reuters.
Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengungkapkan, dia masih menganggap China sebagai teman yang baik. Pekan lalu, dia menyatakan bahwa ada hal-hal yang tidak benar-benar dapat dikompromikan. “Saya harap mereka (China) akan mengerti, tetapi saya juga memiliki kepentingan untuk melindungi negara saya,” ucap Duterte.
Senada, Lorenzana mengatakan, Filipina bisa bersikap ramah dan kooperatif dengan negara mana pun. “Tetapi bukan berarti dengan mengorbankan kedaulatan dan hak berdaulat kami,” tuturnya.
Editor: Ahmad Islamy Jamil