Filipina, AS dan Jepang Gelar Latihan Perang Besar-besaran Gunakan Rudal Canggih, China Murka
Tanpa memberi angka pasti, Wortman, mengatakan sekitar 10.000 personel AS berpartisipasi dalam latihan tersebut.
Sementara itu komandan militer Filipina Romeo Brawner mengatakan, kepala Komando Indo-Pasifik AS, Laksamana Samuel Paparo, mengungkapkan kepadanya bahwa Balikatan 2026 menjadi latihan perang terbesar sepanjang sejarah.
“Melalui pertahanan udara dan rudal terintegrasi, operasi keamanan maritim, latihan tembak langsung, dan latihan kesiapan multinasional gabungan, negara-negara tersebut membangun sistem yang berpikir, bergerak, dan merespons sebagai satu kesatuan,” kata Brawner.
Di antara senjata canggih yang akan terlibat selama latihan tahunan tersebut sistem rudal Typhon AS.
Sementara itu China mengecam latihan gabungan tersebut dengan mengatakan AS, Jepang, dan Filipina sedang bermain api.
“Yang lebih dibutuhkan bagi kawasan Asia-Pasifik adalah perdamaian dan ketenangan, dan yang paling tidak dibutuhkan adalah masuknya kekuatan eksternal untuk menabur perpecahan dan konfrontasi,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun.
Editor: Anton Suhartono