FBI Peringatkan Unjuk Rasa Bersenjata Jelang Pelantikan Biden, Penjagaan Washington DC Diperketat
WASHINGTON, iNews.id - Otoritas federal Amerika Serikat dan negara bagian meningkatkan keamanan di penjuru negeri menjelang pelantikanJoe Biden sebagai presiden pada 20 Januari mendatang.
Tindakan tersebut diambil sebagai buntut dari serangan di Gedung Capitol AS oleh pendukung Donald Trump yang menewaskan lima orang, termasuk polisi. Massa menyerbut masuk ke gedung dewan itu untuk menghentikan sidang pengesahan kemenangan Joe Biden dalam Pilpres AS 2020.
Washington DC menjadi fokus perhatian otoritas keamanan karena menjadi lokasi pelantikan. Sebelumnya Biro Penyelidikan Federal (FBI) memoeringatkan potensi adanya unjuk rasa bersenjata di Washington DC dan 50 ibu kota negara bagian menjelang dan saat pelantikan Biden.
Direktur FBI Christopher Wray mengaku prihatin mengenai potensi adanya kekerasan dalam berbagai unjuk rasa, baik di Washington DC maupun gedung-gedung DPRD negara bagian.
Maskapai Delta, Alaska, American, serta United Airlines tidak akan mengizinkan para penumpangnya yang terbang ke bandara di wilayah Washington DC untuk menitipkan senjata api sebelum pelantikan.