Fakta Tentara Wanita di Korea Utara, Diperkosa hingga Dipaksa Aborsi tanpa Anestesi
Namun, ketika tidak tersedia, maka mereka terpaksa menggunakan footwraps, kain yang dikenakan tentara di sepatu bot mereka, bukan kaus kaki.
Hal ini membuat mereka sangat tersiksa karena kainnya tebal dan kaku.
“Setiap kali saya melangkah, rasa sakitnya begitu pahit sehingga saya menangis,” ujar Jennifer.
Selain itu, Jennifer juga mengaku bahwa ia dipaksa bertahan hidup hanya dengan memakan tiga sampai empat sendok jagung per hari hingga kekurangan makan. Menurutnya, banyak dari mereka yang kemudian terpaksa mencuri demi bertahan hidup.
Kondisi ini juga menyebabkan siklus menstruasinya berubah menjadi menstruasi hanya sekali setiap 4 hingga 6 bulan.
Sebagai informasi, semua perempuan Korea Utara harus mengikuti wajib militer sejak lulus sekolah hingga berusia 23 tahun.
Itulah deretan fakta tentara wanita Korea Utara yang nyatanya menyimpan kisah yang memilukan.
Editor: Komaruddin Bagja