Facebook Blokir Seluruh Konten Berita, Australia: Tindakan Kejam!
“Facebook salah, tindakan Facebook tidak perlu, tindakan itu kejam, dan akan merusak reputasinya di Australia,” kata Frydenberg dalam konferensi pers.
Dia mengatakan, CEO Facebook Mark Zuckerberg tidak memberikan peringatan sama sekali tentang pemblokiran berita tersebut, setelah mereka berdialog pada akhir pekan lalu membahas RUU usulan Pemerintah Australia itu.
Frydenberg dan Zuckerberg dijadwalkan akan melakukan percakapan berikutnya pada Kamis ini. Mereka akan membahas kebuntuan dari perbedaan interpretasi mengenai “daya tawar” terkait penerapan RUU tersebut.
Langkah tersebut juga dikritik oleh penerbit berita, politisi dan pembela hak asasi manusia (HAM), terutama karena halaman informasi kesehatan hingga laman peringatan keselamatan darurat semuanya diblokir.
Semua situs media tidak bisa menampilkan berita, termasuk media internasional seperti New York Times, BBC dan Wall Street Journal dari News Corp. Beberapa akun resmi pemerintah negara bagian juga terdampak, termasuk yang memberikan informasi Covid-19, bahaya kebakaran hutan dan sejumlah akun amal dan organisasi non pemerintah.
Editor: Ahmad Islamy Jamil