Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tegas! Hamas Tak Akan Serahkan Senjata ke Israel dan AS
Advertisement . Scroll to see content

Erdogan Boikot Forum Ekonomi Dunia di Davos, Menteri dan Pejabatnya Dilarang Hadir

Selasa, 16 Januari 2024 - 19:29:00 WIB
Erdogan Boikot Forum Ekonomi Dunia di Davos, Menteri dan Pejabatnya Dilarang Hadir
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memboikot Forum Ekonomi Dunia (WEF) yang sedang berlangsung minggu ini di Davos, Swiss. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Ketidakhadirannya di Davos menyusul perubahan rencana Simsek dalam beberapa hari terakhir. Menteri yang ditunjuk pada bulan Juni sebagai bagian dari perombakan pemerintahan oleh Erdogan itu dijadwalkan untuk menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh bank sentral dengan para investor di New York minggu lalu. Namun, dia malah menghadirinya secara virtual. Terkait hal ini, Kantor Erdogan dan Simsek menolak untuk memberikan komentar.

Sementara pendiri dan ketua eksekutif Forum Davos, Klaus Schwab, mengutuk serangan mendadak Hamas yang disebutnya teroris terhadap Israel pada Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang. Pernyataannya membuat para politisi Turki marah meskipun dia juga menyerukan langkah-langkah perlindungan penduduk sipil di Gaza. 

Tidak seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa, Turki tidak menganggap Hamas sebagai organisasi teroris.

Bukan Pertama Kali

Erdogan bukan pertama kalinya menggunakan Forum Davos untuk mengambil sikap politik atas konflik Israel-Palestina. Pada tahun 2009, pemimpin Turki ini berdebat panas dengan Presiden Israel saat itu, Shimon Peres, mengenai operasi militernya di Jalur Gaza pada tahun sebelumnya. Dia saat itu bersumpah tidak akan kembali.

Hingga kini, dia belum pernah kembali di Forum Davos meskipun para pejabat Turki mulai hadir lagi setelah beberapa tahun. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut