Dubes Ungkap Kedekatan Hubungan Indonesia dan Ukraina sejak Abad Ke-19
Haminanin mengatakan, Mykola Myklukha-Maklai adalah humanis yang aktif melawan perdagangan budak. Berkat upaya Mykola, pada November 1878, pemerintah Belanda turun tangan menyelidiki lalu lintas budak di wilayah Ternate dan Tidore, Kepulauan Maluku.
Sejak masa penjajahan Spanyol, tanah di Kepulauan Maluku subur dan banyak memberikan hasil di antaranya cengkih dan pala yang menjadi sumber rempah-rempah dunia dan menyumbangkan devisa bagi Belanda.
Hal ini yang membuat bangsa Ukraina mendukung upaya kemerdekaan Bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tanggal 21 Januari 1946, Perwakilan Ukraina, yang saat itu bernama Republik Soviet Sosialis Ukraina, Dmitry Manuilsky, mengusulkan untuk memasukkan “Masalah Indonesia” menjadi agenda di PBB.
Dia mengatakan, sejarah bangsa Indonesia akan selalu mencatat karena berkat usulan tersebut sidang Dewan Keamanan PBB membahas persoalan Indonesia yang menghasilkan pengakuan global terhadap Indonesia sebagai negara merdeka dan berdaulat.
Pada Januari 1949, Dmytro Manuilsky mengecam agresi militer yang dilakukan Belanda untuk kedua kalinya terhadap Indonesia.