Dubes Sudan Ungkap Negaranya Diacak-acak Asing karena Kaya Sumber Daya Alam
Bukan hanya kekayaan di dalam tanah, Dubes Yassir melanjutkan kekayaan alam Sudan juga berada di permukaan tanah dengan hasil pertaniannya yang melimpah.
Dubes menjelaskan, Sudan merupakan penghasil kacang-kacangan terbesar di dunia, salah satunya adalah kedelai.
Dengan kondisi tersebut, lanjut Yassir, negara-negara asing tak suka melihat kemakmuran Sudan, sehingga berupaya untuk mengganggunya.
Pemberontakan yang terjadi di Sudan di saat ini, dilakukan oleh RSF, juga bagian dari agenda asing. Seperti diketahui, RSF mendapat dukungan persebjataan oleh negara Arab.
"Ini sudah bukan rahasia lagi, bahkan negara-negara Barat juga mengakui itu," ujarnya.
Dubes Yassir melanjutkan, pemberitaan media asing menyebutkan situasi Sudan mencekam, namun sebenarnya kondisi tersebut hanya di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan.
"Seperti Indonesia, Sudan adalah negara yang sanga luas. Mungkin seperti Jakarta dengan Papua, Aceh," ujarnya, seraya menambahkan konflik terjadi di wilayah Sudan bagian barat, sementara wilayah timur dan selatan aman.
Editor: Anton Suhartono