Dubes RI Jadi Warga Kehormatan Seoul, Dinilai Punya Kontribusi Besar pada Kota
Secara khusus, Dubes Umar juga dinilai telah berperan besar dalam meningkatkan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Korsel. Kerja sama itu khususnya dalam investasi perusahaan-perusahaan raksasa Korsel ke Indonesia; dalam memperdalam pertukaran budaya kedua negara, serta; dalam memperkuat hubungan antara masyarakat Indonesia dengan Korsel, terutama dengan penduduk Kota Seoul.
“Saya menerima penghargaan ini sebagai apresiasi atas kemitraan yang telah dibangun dengan Pemerintah Kota Metropolitan Seoul dan saya dedikasikan sepenuhnya penghargaan tersebut kepada seluruh staf KBRI Seoul,” ujar Dubes Umar, sesaat setelah menerima penghargaan.
“Kiranya ini akan menjadi pemicu bagi jajaran KBRI Seoul dalam meningkatkan kinerjanya guna memajukan hubungan kedua negara,” kata mantan Konjen RI di LA itu.
Beberapa tokoh dunia yang sebelumnya mendapatkan gelar Warga Kehormatan Kota Seoul antara lain adalah mantan Dubes Amerika Serikat (AS) untuk Korsel Christopher R Hill pada 2005; aktor pecinta Korea Selatan Jacky Chan pada 1999; Presiden RI Joko Widodo pada 2016; Presiden Estonia Kersti Kalijulaid pada 2018; mantan Dubes China untuk Korsel Qiu Guohong pada 2019 dan Raja Spanyol King Felipe VI juga pada 2019.
Para tokoh yang mendapat gelar kehormatan tersebut akan diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagai acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Metropolitan Seoul dan Pemerintah Administratif di bawahnya. Selain itu, penerima anugerah itu juga diberi hak istimewa untuk mengakses berbagai fasilitas di Kota Seoul.
Proses pemberian gelar Warga Kehormatan Kota Seoul terbilang cukup rumit, karena melalui seleksi panitia yang sangat ketat. Tahun ini, Dubes RI adalah dubes pertama yang mendapatkan gelar tersebut setelah diajukan oleh Wali Kota Seoul dan mendapatkan persetujuan oleh Dewan Kota Seoul.
Editor: Ahmad Islamy Jamil