Dubes AS untuk Rusia Jenguk Jurnalis Wall Street Journal di Tahanan, Begini Kondisinya
MOSKOW, iNews.id - Duta Besar AS untuk Rusia Lynne Tracy telah membesuk reporter Wall Street Journal yang dipenjara pemerintah Moskow, Evan Gershkovich. Dia pun menyerukan agar reporter yang dituduh sebagai mata-mata AS itu dibebaskan.
"Dia merasa sehat dan bertahan. Kami mengulangi seruan kami untuk pembebasan segera Evan," kata Tracy dalam sebuah pernyataan dalam bahasa Rusia di Telegram, Senin (17/4/2023).
Gershkovich ditangkap pemerintah Rusia di Kota Yekaterinburg, Ural, dua minggu lalu. Dia dipekerjakan oleh Wall Street Journal tak lama sebelum Rusia menginvasi Ukraina tahun lalu.
Ini merupakan kali pertama sejak 1986 seorang reporter Amerika ditahan karena tuduhan spionase di Rusia.
Sejumlah Jurnalis Terima Paket Bom Berbentuk USB, 1 Meledak saat Disambungkan ke Komputer
Surat kabarnya tempat Gershkovich bekerja menolak tuduhan imata-mata. Gedung Putih menyebutnya "konyol", dan Presiden Joe Biden mengatakan penahanan Gershkovich benar-benar ilegal.
Sayangnya, Tracy tidak mengatakan berapa lama dia menghabiskan waktu dengan reporter di pusat penahanan pra-sidang Lefortovo Moskow. Kunjungan tersebut dilakukan menjelang sidang pengadilan yang akan mempertimbangkan banding Gershkovich terhadap penahanannya.
Di Washington, Gedung Putih berharap mendapatkan akses konsuler reguler ke Gershkovich.
"Senang bertemu dengannya hari ini dan sekali lagi kami ingin memastikan dapat terus melakukannya," kata juru bicara keamanan nasional Gedung Putih, John Kirby.
Dinas keamanan FSB menuduh Gershkovich mengumpulkan rahasia negara tentang kompleks industri militer Rusia. Kremlin mengatakan dia tertangkap basah tetapi belum menerbitkan bukti apa pun untuk mendukung klaim itu.
AS pekan lalu menyebut kasus Gershkovich sebagai penahanan yang salah. Pada dasarnya, tuduhan mata-mata itu palsu dan kasusnya bersifat politis.
Utusan sandera AS telah berjanji untuk melakukan apa pun untuk membawa pulang Gershkovich dan Paul Whelan, seorang mantan Marinir Amerika yang dihukum karena spionase pada 2020. Washington jug amenyebut kasus Whelan sebagai salah penahanan.
Editor: Umaya Khusniah